Home

Showing posts with label Kreasi Siswa. Show all posts
Showing posts with label Kreasi Siswa. Show all posts

Tuesday, October 13, 2015

Janji dalam Jemari

Salam Indonesia!

sibuk berkarya
Berbicara tentang kreatifitas anak tak akan ada habisnya. Pada dasarnya para peserta didik memiliki imaji yang tak terbatas hanya saja terkadang mereka tidak memiliki kesempatan untuk menuangkannya. Maka sebagai guru sudah seharusnya kita menyediakan ruang itu, menjadi orang yang memberi dukungan pada langkah awal mereka untuk belajar berkreasi. 

Penting dalam sekali waktu anak dibebaskan untuk merasa santai. Membiarkan mereka bermain dengan seni dan warna. Rasa senang dapat memunculkan ide-ide baru. Hari ini anak-anak bermain warna. Konsepnya menggambar tangan mereka, menghiasnya dan menuliskan sifat yang harus mereka tanamkan dalam diri mereka.


Ada yang menulis sifat Rajin Sekolah, Sehat, Pintar, Hemat dan lain-lain. Seperti apa kreasi mereka?

Mari sini intip nyala semangat di atas bukit.


Anda pun bisa mencoba menerapkannya di dalam kelas. Ini bisa sebagai sarana menanamkan moral pada mereka. Gambar tangan ini juga bisa ditempelkan di pintu kelas maupun dinding kelas. Atau jika dibuat dengan kertas karton anda bisa membuatnya menjadi hiasan gantung dengan teknik ronce (merangkai dengan benang atau tali kur) sebuah alternatif dalam materi Meronce untuk anak kelas V SD.

selamat mencoba...
salam kreasi!

Saturday, October 10, 2015

Membebaskan diri dalam Puisi

Salam Indonesia!
Salam sastra!

Belajar berekspresi
Puisi merupakan salah satu cara memperkenalkan sastra pada anak. Konsep tentang sastra anak adalah
karya sastra yang secara psikologis dapat dipahami oleh anak. Tentunya bahasa yang digunakan adalah bahasa sederhana yang dapat dimengerti anak, sehingga penghayatan terhadap makna puisi menjadi lebih dalam.

Apa sastra penting untuk anak?
Ya! karena sastra akan merangsang keinginan anak untuk membaca. Banyak pendidikan moral yang juga dapat ditanamkan pada anak melalui sastra. Selain itu anakpun dapat mengekspresikan diri dalam bentuk karya sastra. Contohnya membuat puisi atau mengarang cerita fiksi.

mengekspresikan diri lewat puisi
Dalam materi puisi pada siswa kelas V, indikator yang ditekankan adalah anak mampu membaca puisi dengan intonasi dan lafal yang tepat. Pada awal pembelajaran rasa malu menjadi kendala. Dampaknya anak menjadi kaku dan hanya terpaku pada teks ketika membaca puisi. Pada pertemuan selanjutnya anak terus diberikan pengautan akan pentingnya membuang rasa gugup dan malu ketika tampil membaca puisi. Pemberian contoh oleh guru juga penting sebagai sebuah dasar bagaimana cara membaca puisi. 

Selain itu menonton video pembacaan puisi juga bisa jadi alternatif agar anak bisa percaya diri membaca puisi di depan kelas. Meminta mereka membuat dan membaca karya sendiri juga menjadi langkah tepat. Kedua hal ini akan menyeimbangkan pikir dan lisan dalam berkarya. 

Alangkah baiknya jika pembelajaran dan pembiasaan membaca puisi tidak hanya sampai materi dalam kelas. Namun juga berkesinambungan. dalam artian anak-anak memang dibiasakan menulis setidaknya 2 puisi selama 1 minggu. Bayangkan jika mereka kontinu menulis selama 2 semester. Karya-karya mereka akan membuktikan bagaimana mereka telah berkembang.

Siapa tahu bukan, dari mereka lahirlah karya-karya sastra bermutu yang membanggakan Indonesia.
Puisi berikut adalah puisi yang dibaca sebagai latihan di kelas.

Amarah
Aku Seru!
Aku deru!
Aku merah
Akulah amarah!
yang lahir dari tangis lapar
rakyat-rakyat kecil

Belajar Membuat Motif Hias Nusantara



Salam Indonesia!

Materi SBK kelas V SDN 5 Pemenang Timur selanjutnya adalah Motif Hias Nusantara. 
Pengenalan motif hias yang paling mudah adalah lewat batik. bukan berita baru jika batik Indonesia kaya akan motif hias dan warna. Beberapa daerah memiliki ciri khas yang menonjol dalam batik-batik mereka. Sebagai contoh daerah pekalongan dengan ciri motif dan corak pesisir yang kaya warna. Daerah Solo lain lagi, corak hiasannya menonjolkan makna-makna simbolis. 

Apakah sejauh itu mengambil contoh? Tidak juga karena NTB memiliki corak khas pada batiknya. Batik NTB dikenal dengan nama batik Sasambo. Nama ini diambil dari nama suku di NTB yakni Sasak dan Mbojo.

Memperkenalkan batik pada anak adalah cara membuat mereka lebih mengenali kearifan lokal. Cara mereka belajar menghapal wajah daerah yang kelak akan mereka jaga dan bawa nama baiknya.

Di atas kertas mereka mulai menggores. Membuat garis, menghubungkan pola sehingga tercipta ragam corak yang penuh warna. Biarkan mereka mengekspresikan diri karena setiap goresan akan mengantar mereka ke dalam kreasi tanpa batas.

Di sini.. dalam sebuah ruang kelas di atas bukit....

contoh desain motif hias

contoh karya siswa

Saturday, November 8, 2014

Mendesain Bentuk Pengubinan

Akhirnya sebelum buku Kurikulum 2013 sampai di sekolah, soft filenya menjadi alternatif untuk memulai pembelajaran di kelas. Masalahnya adalah printer sekolah macet, maka jadilah selain harus di print di rental terlebih dahulu, buku siswa juga harus saya copy lagi sesuai jumlah siswa. Hal ini tak ayal membuat beberapa keluhan dari rekan guru terlontar juga di sela-sela kopi kantor. 

Pada dasarnya keluhan, juga kontra tentang K13 akan bisa lebih diminimalisir jika saja pendistribusian buku lancar dan datang tepat waktu. Tapi sutralah lupakan! mari kembali ke laptop. Pembalajaran hari itu adalah mengenai materi Pengubinan. 

Tet tet tet treeeeet....  Masalah pertama adalah siswa tidak memiliki peralatan tulis lengkap, seperti penggaris, pensil dan penghapus. Ini mungkin terlihat sepele tapi bisa juga bikin repot. Itulah sebabnya saya lebih senang menambah perangkat kelas dengan tambahan pensil, penggaris, penghapus juga penggaris lalu saya bagikan ketika pembelajaran dan meminta siswa mengumpulkannya lagi seusai pembelajaran. Jadi tidak ada alasan seperti "tidak ada pensil, keluar kelas meminjam penggaris, atau lembar LKS penuh coretan mengganggu karena tidak ada penghapus".

Masalah kedua adalah anak-anak ini tidak terbiasa 'membuat' sesuatu/karya dengan teliti. Awalnya terlihat asal-asalan, asal jadi dan bisa keluar main. yea.. kurang penghayatan. Maka jadilah saya harus menuntun mereka dan mengingatkan betapa pentingnya untuk teliti dan rapi dalam mengerjakan sesuatu. 

Mendesain pengubinan menjadi salah satu latihan bagus untuk mereka. Pertama mereka akan belajar untuk teliti, kemudian sabar. Saya pun mewanti-wanti bahwa mereka harus mengulang desain jika hasilnya terlihat asal-asalan dan tidak rapi. Sambil berkeliling meja saya mengingatkan mereka untuk tidak terburu-buru dan bersabar selama proses menggambar dan mewarnai desain pengubinan mereka. 

"Kalau sabar dan teliti nanti hasilnya bagus" kata saya berulang-ulang. 

Dan akhirnya mereka bisa merasa lega ketika berhasil menyelesaikan proyek kecil mereka. Siswa kelas IV ada 10 orang dan inilah mereka dengan desain pengubinan sederhana mereka.

Anak-anak SD Tebango Bolot dengan gambar ubin mereka 
Belajarlah sabar dalam berkarya, kualitas sabar turut menentukan kualitas karya kalian :D
Setelah menggambar, untuk pembelajaran selanjutnya, mereka harus bersiap-siap untuk membuat anyaman sebagai salah satu contoh pengubinan sederhana. Ruang sibuk masih terlalu dini untuk ditutup. Semangat anak-anak!

Meniti langkah
Tebango Bolot, 4 September 2014

Menanamkan Daya Cipta pada Siswa dengan Origami Ikan

Sebenarnya ini bukan matan materi pembelajaran untuk anak kelas IV. Ini hanya sebuah rangsangan awal yang saya berikan pada siswa saya sebelum saya memulai pembelajaran. Waktu itu  kami di sekolah menunggu datangnya buku Kurikulum 2013 yang kabarnya sudah jadi masalah nasional karena keterlambatan pendistribusian. 

Jadilah sebagai perkenalan awal kedatangan, saya mengajari mereka membuat origami ikan. Pada dasarnya mereka sudah mengenal konsep origami yakni seni melipat kertas, mereka bahkan lebih jago dari saya. Hanya saja untuk origami ikan mereka belum belajar jadi skor kami 1-1 hehe.

bentuk origami ikan
Saya pun menyediakan bahan berupa kertas HVS warna-warni yang kemudian dipotong menyerupai ukuran kertas lipat origami. Yea untuk menghemat biaya dan mendapat warna yang oke. Alat lainnya berupa gunting, silet, lem, benang, jarum juga beberapa sedotan warna warni.

Selanjutnya saya mengjari mereka step by step melipat kertas menjadi bentuk ikan. setelah menyelesaikan satu contoh dengan panduan dari saya, mereka pada akhirnya sibuk sendiri membuat beberapa ikan lagi untuk kemudian di rangkai dengan jarum dan benang menjadi hiasan jendela.

Anak-anak bukit sedang serius :D
Mereka terlihat bersemangat, saya rasa memang sangat penting untuk mendorong anak untuk membuat karya. Itu adalah bentuk aplikasi dari kemampuan mereka. Bukankah pada akhirnya kemampuan mereka mencipta karya menjadi lebih penting dari sebuah nilai di atas kertas. Saya ingin menanmkan semangat mencipta pada mereka sehingga who knows di masa depan mereka adalah generasi yang akan menciptakan karya-karya yang bermanfaat bagi dunia. 

Ulala... jadilah hiasan jendela kelas kami :D

Apa terlalu muluk? Saya rasa tidak... karena bukankah selalu ada ruang untuk harapan.
dan..
mimpi... 

Mengawali langkah, 
Tebango Bolot, 6 Agustus 2014